Peluang Besar Bagi Pemasar, Developer, dan Investor Apartemen

Satu hal yang saya rasa akan saya seriusi dalam tahun ini adalah pemasaran properti.

Dan setelah saya mulai terjun di dalamnya, sedikit demi sedikit rasanya saya makin sadar bahwa ceruk pasar ini masih terbuka amat luas, memiliki kesempatan amat tinggi, minim modal, keuntungan tinggi, dapat banyak relasi dan kenalan, dan bisa dikerjakan oleh siapapun termasuk saya.

Agar anda mengerti kenapa kok saya sampai ngomong seperti ini, saya akan coba kasih satu contoh event soft launching apartemen di wilayah Sidoarjo.

Untuk anda yang belum tahu Sidoarjo, ini adalah kota kecil dengan pertumbuhan yang kian pesat sekarang.

Dekat dengan Juanda dan Surabaya, punya mall sendiri, namun harga tanah dan bangunan yang ada masih relatif jauh lebih murah dibanding kawasan di Surabaya. Hal ini menjadikan kota ini amat banyak peminatnya, namun di saat yang sama masih minim pemain (high demand, low supply).

Banyak orang luar yang skeptis dengan kawasan ini, karena orang tahunya Sidoarjo adalah kota yang kena lumpur Lapindo.

Dan hal ini untungnya luar biasa salah dan belum banyak yang tahu. Ketidak tahuan ini yang saya duga menjadi alasan kenapa belum banyak developer dan agen properti yang mengembangkan sayap di sini.

Tapi orang di sekitar kota Sidoarjo tahu bahwa lumpur Lapindo hanya mengenai sebagian kecil wilayah Sidoarjo, yakni di wilayah Tanggul Angin.

Wilayah pusat kota Sidoarjo yang lebih berkembang daripada wilayah tersebut, sama sekali tidak terkena dampak apapun -- bahkan saya yang tinggal di wilayah kota Sidoarjo ini sempat lupa kalau Sidoarjo punya lumpur.

Balik lagi ke topik, Sidoarjo belum banyak pemainnya, jadi minim kompetisi.

Beberapa developer yang cukup ngerti dengan potensi Sidoarjo untuk menceburkan diri membangun properti di wilayah ini menikmati keuntungan ini dengan penjualan super cepat untuk unit-unitnya.

Ruko-ruko, perumahan, dan tanah kavling, unit apartemen terjual bahkan hampir tanpa promosi atau dengan promosi yang minim sekali, hal yang tak akan atau sulit sekali terjadi di Surabaya dan kota-kota besar lain.

Agen properti yang cukup cerdas pasti tahu ini momen yang tepat untuk dapat bagian dari kue pasar properti di Sidoarjo. Plus yang enak dari properti adalah bahwa ia bisa dijual berulang kali.

Contoh gampangnya ya apartemen yang saya ingin sebutkan tadi, sebelum dibangun dijual, ketika akan dibangun harga naik lagi dan dijual, ketika seperlima jadi harga naik lagi dan dijual lagi, setengah jadi harga naik lagi dijual lagi, dan seterusnya.

Terus menerus dijual dan dibeli hingga kawasan tersebut ramai dan jenuh, sampai orang cari hal baru lagi...

Jadi perusahaan pembangun (kontraktor atau developer) berencana untuk membuat apartemen dengan beberapa ratus unit.

Hal yang perlu mereka siapkan untuk menjual rencana tersebut hanyalah marketing material berupa brochure, maket, konsep, design, gambar properti yang dirender oleh beragam software pembuat desain properti, yang ditampilkan dalam slide/animasi.

Tak lupa mereka bangun juga club house dimana mereka bisa sediakan makanan, minuman, dan marketing properti untuk ajak atau undang orang dan jual properti tersebut.

Anda bisa bayangkan, pembangun atau developer ingin membuat apartemen, ia tak perlu bangun apapun dulu (selain club house) untuk bisa jualan.

Selama presentasi bisa dibuat amat menarik, maket dibuat amat cantik, tampilan gambar, desain, konsep, dan semua hal dibuat bagus dan profesional, maka orang akan rebutan untuk ambil unit apartemen yang bahkan belum sempat dibuat sepersen pun ini.

Orang-orang yang rebutan ini bahkan membayar cicilan atas apartemen tersebut, apartemen yang baru akan dibangun, dan yang baru akan ada tiga hingga empat tahun kedepan ini seringkali sudah laris manis meski baru berupa gambar.

Pembangun atau developer ini biasanya tidak jual semua unitnya di awal, dia jual sebagian hingga ia punya cukup modal untuk bangun gedung apartemen di tahap awal, dan dari situ ia membuat unit-unit lain yang ia simpan bernilai lebih mahal untuk dijual di masa depan.

Anda mungkin bertanya, bagaimana mungkin developer bisa bikin sebagian apartemen? Kan tidak mungkin jika dalam rencana tergambar 200 unit apartemen, waktu penjualan hanya laku 40 unit, terus hanya dibangun sebanyak unit yang laku?

Jawabnya adalah dengan bagi apartemen dalam 3 atau 4 bangunan.

Meski memang apartemen tidak seperti perumahan yang lebih fleksibel pengerjaannya bagi developer, tapi hal ini tetap bisa diakali dengan membagi rencana pembangunan dalam beberapa tahap melalui beberapa bangunan.

Contoh, apartemen total 400 unit. Jika sulit jual semuanya di awal, maka buat desain apartemen yang bangunannya ada 3 atau 4 bangunan, kemudian hanya jual unit di bangunan 1 yang hanya berjumlah sekitar 100-an.

Tak hanya apartemen terkesan langka, tapi juga lebih mudah dijual, lebih minim resiko, lebih gampang bagi developer untuk dapat modal awal pembangunan tahap awal, dan unit di bangunan lain bisa ditahan oleh developer untuk dijual nanti dengan harga lebih tinggi.

Kebanyakan para pembeli di awal ini (di tahap soft launch dimana properti belum dibangun sama sekali) juga merupakan investor, yang membeli apartemen untuk disewakan atau dijual kembali setelah 4, 6, 12, atau 36 bulan ketika unit apartemen yang dibelinya sudah mengalami kenaikan harga atau sudah jadi (sudah serah terima).

Di tahap ini semua orang win.

Developer win karena ia dapat modal awal untuk bangun apartemen satu gedung dari tiga gedung yang direncanakan

Marketing properti win karena punya barang untuk dijual dengan keuntungan 1% - 2,5% dari nilai transaksi.

Dan pembeli (investor) win karena dapat unit apartemen dengan nilai murah yang bisa dijual kembali beberapa bulan mendatang dengan keuntungan 20 - 100 juta per unitnya (tergantung jenis unit yang ia beli dan seberapa lama ia 'tahan' unit tersebut).

Dan di tahap ini hingga tahap-tahap pembangunan berikutnya, marketing punya banyak kesempatan untuk mengeruk banyak uang dengan menjual, menjual, dan menjual unit apartemen yang sama ke berbagai orang.

Di tahap awal ia jual unit dari developer ke investor, tahap berikutnya ia bantu jualkan unit milik investor ke pembeli baru, dan begitu seterusnya -- menjadikan satu proyek apartemen dari satu developer sebuah ladang emas untuk puluhan hingga ratusan orang yang terlibat di dalamnya.

Dan ingat, ini baru dari satu developer di satu kota kecil.

Ada banyak kota di Indonesia yang jauh lebih berkembang daripada Sidoarjo dan masih minim kompetitor.

Peluang ini masih terbuka amat lebar -- saya harus pastikan bahwa saya tidak hanya jadi penonton... Semoga anda juga tidak hanya jadi penonton ketika hal seperti ini ada di kota anda.

Dari ilustrasi ini saya harap anda sudah mulai dapat gambaran betapa menggiurkan bisnis ini.

Bayangan saya yang pertama kali muncul adalah seberapa banyak keuntungan developer untuk satu bangunan.

Yang enak dari apartemen adalah bahwa bangunan berbentuk vertikal. Penambahan unit di lantai 2 dan seterusnya tidak perlu tambahan biaya tanah dan pembebasan lahan, tapi harga tetap sama dengan yang di lantai satu.

Semakin tinggi, semakin banyak unit, dan semakin banyak yang laku, maka semakin banyak juga untungnya ketika terjual.

Katakan satu unit harganya rata-rata Rp 250 juta, dengan satu bangunan berjumlah 200 unit, dan satu proyek apartemen berjumlah total tiga bangunan, maka total nilai per proyek apartemen adalah Rp 150 milyar (Rp 250 juta x 200 x 3).

Dan itu masih belum meliputi ruko-ruko dan bangunan komersial di sekitar atau didalam apartemen yang tentu harganya bisa lebih tinggi dari itu. Dan beragam hal lain seperti persewaan gedung serbaguna, dan lain sebagainya.

Saya pribadi percaya pembangunan hal semacam properti ini juga tidak sesulit yang banyak orang kira. Teknologi jaman sekarang sudah cukup canggih untuk sekedar membangun apartemen.

Hal paling repot mungkin di awal yakni ketika pembebasan lahan, namun ketika lahan sudah ada, hal selanjutnya kurang lebih relatif jauh lebih mudah.

Desain apartemen tinggal di lempar ke orang desain eksterior dan interior. Ketika model dan design sudah jadi, maka rekrut marketing untuk undang orang makan malam, kemudian jual beberapa unit.

Uang penjualan unit yang terkumpul dijadikan modal untuk melempar pekerjaan ke kontraktor terpercaya. Atau jauh lebih baik lagi kalau kita kontraktornya, kita tinggal cari bahan baku saja dan tentunya jauh lebih murah jika dikerjakan sendiri.

Kemudian yah jadilah coco crunch...

Tentu yang saya jelaskan di post ini adalah penjelasan super simpel-nya. Kenyataannya tentu lebih ruwet dari itu, tapi saya pribadi yakin tidak terlalu ruwet banget sampai tidak bisa dikerjakan. Toh bukan rocket science.

Dan tentu saja kita tak perlu jadi developer jika tak mau resiko, dan tak perlu jadi investor jika tak punya modal.

Bisnis apartemen tanpa resiko dan tanpa modal pun bisa hasilkan jutaan dari satu unit apartemen.

Caranya? Tentu dengan jadi makelar a.k.a marketing-nya. Tidak bisa bikin apartemen atau tidak punya duit invest di apartemen pun bisa menghasilkan asal bisa jualan atau punya ilmu marketing.

Dan yah... meski saat ini yang saya punya mungkin hanya ilmu marketing, tentu di masa depan saya juga ingin jadi developer atau minimal punya cukup uang untuk invest di proyek orang lain.

Tapi sebelum sampai situ, minimal saya belajar dulu lah sambil jalan. Dengan coba bantu-bantu jual yang sudah ada.

Doakan saya dalam perjalanan saya, dan salam senyum!

Tentang Syamsul Alam

Saya Syamsul Alam. Blogger, internet marketer, dan pelajar jadi satu. Seperti yang lain, saya ingin terkenal, jadi rockstar. Tapi saya tidak punya bakat jadi rockstar. Untuk itulah saya menulis, biar terkenal (bercanda). Temui saya di SyamsulAlam.net

Report PREMIUM: Idea Domination - Hasilkan 100 Topik / Keyword dalam 1 Jam Kurang!

Dominasi Google dimulai dari kemampuan menghasilkan 100 topik / keyword yang kiranya digunakan oleh calon pelanggan untuk menemukan bisnis anda. Temukan bagaimana cara melakukannya dalam 1 jam / kurang di Report Premium ini. Beli seharga Rp 97.000 atau masukkan email anda di bawah ini untuk dapatkan report ini GRATIS!!

Rp 97.000 |
Tak ada tags untuk post ini.
kerjasama developer dengan pemilik tanah
contoh proposal kerjasama bisnis properti
kerjasama properti dengan bank
cara memasarkan properti yang efektif
strategi marketing property
konsep pemasaran properti
strategi pemasaran properti apartemen
cara jitu marketing property
internet marketing properti

4 thoughts on “Peluang Besar Bagi Pemasar, Developer, dan Investor Apartemen

    1. betul sekali apa yg mas syamsul alam kemukakan di atas,,,, emg bisnis properti sangat bgus… jangankan jadi devlopernya jadi broker/agentnya ja bisa kecipratan untung…
      saya dlu tertarik bisnis properti dari baca2 artikel, makanya risign dari kerja lalu memulai dari broker – trus dapet komisi dikit demi sdikit dan akhinya mencoba cari lahan kecil2’an… nah disitu saya iseng2 jadi devloper (meskipun mini devloper) lumayan lahan kecil cukup untk jdikan 7 rumah, hanya jualan gambar (browsur, site plan) ada yg tertarik padahal rumahnya belum di bangun…hehee…..
      dan sekarang sisa 2 unit…
      mungkin ada yg mau coba2 seperti saya,,, dengan memulai jadi broker untk jualin sisa unti perumahan saya
      kita bisa belajar bareng monggooo
      contak saya di (081235065690, 031 71210484)
      thx
      fathur

  1. Iya, sangat benar memang kalo properti itu aset skaligus bisnins yang potensial, sampai kapanpun.
    Dapat dijual berulangkali dengan nilai yang terus naik dan peluang capaital gain yang tinggi, bisa buat orang yang jalankan bisnis properti maupun pemilik properti semakin sejahtera.

    Jika menurut saya pribadi baik pihak developer properti atau pihak agen properti, sama-sama punya peran yang besar pada pertumbuhan bisnis properti tersebut. asal sama-sama punya perhitungan serta pengalaman matang dalam bisnis ini semua akan menguntungkan.

    Salam sukses..

Comments are closed.