Mengubah Rp10.000 Menjadi Rp150.000 dalam 12 Jam! (via Sedekah)

Sudah lebih dari satu minggu saya tidak sedekah atau ngelebihi uang yang jual sesuatu ke saya. Dan saya mulai ngerasain efeknya...

Terserah anda mau percaya atau menganggap ini cuman bualan saya, tapi ini beneran terjadi. Seseorang yang saya tidak ingin sebut namanya kebetulan punya hutang pada saya.

Nggak banyak, Rp150.000 -- dan itu pun bukan karena dia lagi butuh uang sehingga dia pinjam uang saya. Bukan. Itu karena saya tidak punya akun rekening sebuah bank tertentu dan tanpa seizin yang punya saya pakai rekening dia untuk nyimpen uang order saya.

Saya beberapa kali tagih, tapi karena suatu alasan tidak dibayar-bayar. Bukan karena yang saya tagih tidak punya uang atau karena uang saya sudah habis buat jajan, tapi semata karena saya nagihnya juga agak ogah-ogahan dan yang saya tagih dompetnya selalu jauh dari badannya -- sehingga dia malas ambil.

Hingga akhirnya suatu ketika, di siang hari ditengah perjalanan ke Unair, ada ibu-ibu jualan koran Surya sambil menggendong anak kecil (tidak tahu itu anak siapa, belum tentu anak yang nggendong) di lampu merah.

Hm... karena sudah semi terbiasa, saya buka kantong jaket saya, ngeluarkan uang kembalian beli bensin tadi pagi, dan memberinya semuanya. Saya ambil satu koran sambil bilang, "Susuk (kembalian) nya buat ibu aja...."

Beberapa detik setelah itu, lampu hijau nyala, saya melanjutkan perjalanan dengan hati bangga -- saya orang yang sedekah!

Pulang kuliah (tidak sampai 12 jam setelah peristiwa itu), ada titipan uang Rp200.000 -- lima puluhnya buat beli makan kucing, sisanya buat aku.

Dalam hati saya langsung mikir, "Horay!!" Kemudian tersadar bahwa itu adalah seyogyanya uangku, dan mengkoreksi, "Kalo tidak sedekah itu, uang sendiri aja jadi sulit ketarik ya...."

Contoh lain adalah yang baru saja terjadi barusan, tadi UTS, saya perjalanan ke Unair dan kurang lebih mengulang hal yang sama -- hanya saja saya lebihkan untuk tahu apa yang bakalan terjadi. Hehehehe...

Dan beberapa saat yang lalu, saya baru saja dapat kenalan guru yang ahli Facebook Fan Page. Kenalan tersebut datang dari teman saya, Arif Wibowo -- bapaknya Sa'diah, dan dia mengenalkan saya pada sebuah grup tertutup tempat para internet marketer 'sakti' berkumpul untuk mengembangkan jumlah Fan Page nya.

Well... sangat kebetulan sekali, http://www.facebook.com/syamsulalamdotnet juga butuh lebih banyak Fan Page. Tidak ada momen lebih tepat lagi!!

Sebelum dikenalkan, mas Arif ini juga memberi saya trik yang sangat powerful untuk mendapatkan 60 - 120 likes dalam sehari, meskipun saya tahu tekniknya belum tentu bisa diterapkan untuk Fan Page SyamsulAlam.net, tapi saya tahu saya bisa gunakan ide itu untuk Fan Page saya yang lainnya.

Wew!! Terbayar sudah sedekah saya! Hahaha... kenalan itu juga salah satu aset loh!!

Saya masih punya contoh lain yang lebih keren daripada ini, bagaimana cara saya beli laptop seharga 7,1 juta dan Samsung Galaxy Tab 7+ seharga 5,2 juta dengan menyicilnya menggunakan sedekah. Dengerin podcast-nya di sini: Cara Mengubah Rp20.000 Menjadi Rp497.000 dalam 24 Jam (via Sedekah)

Dan terima kasih spesial untuk subscriber Fan Page saya yang aktif, Rizky Mahrizal, senang bisa ngobrol dengan blogger klipping satu ini.

Saya rasa sekian dari saya, senang deh bisa share hal ini... hahahaha.... Ingat untuk KOMEN! Saya baca tiap komen dari anda.

Tentang Syamsul Alam

Saya Syamsul Alam. Blogger, internet marketer, dan pelajar jadi satu. Seperti yang lain, saya ingin terkenal, jadi rockstar. Tapi saya tidak punya bakat jadi rockstar. Untuk itulah saya menulis, biar terkenal (bercanda). Temui saya di SyamsulAlam.net

Report PREMIUM: SEO & FB Ads Combo - Iklan Murah & Efektif dengan SEO & FB Ads!!

Kalau ada iklan termurah dan terefektif sedunia, maka salah satunya adalah FB Ads retargeting. Pelajari cara men-target ulang pengunjung web anda dan menggandakannya berkali lipat di Report Premium ini. Beli seharga Rp 147.000 atau masukkan email anda di bawah ini untuk dapatkan report ini GRATIS!!

Rp 147.000 |
Tak ada tags untuk post ini.

9 thoughts on “Mengubah Rp10.000 Menjadi Rp150.000 dalam 12 Jam! (via Sedekah)

  1. kejaiban sedekah memang luar biasa dahsyat mas, sedekah buat saya seperti narkoba, bikin kecanduan dan terbayang bayang, ketika saya bersedekah rasanya jian mak plongggggggg, sedikit cerita saat saya lagi benar2 membutuhkan tapi pas tak lagi pegang uang, hanya bisa pasrah kemarin malam pas saya lagi asyik nonton tv, tiba2 kakak saya masuk dan ngasih uang, Alhamdulillah…. benar memang Allah tidak memberikan apa yang di inginkan hambaNya tapi Allah memberikan apa yang di butuhkan hambaNya.

    1. wah, bisa dijadikan satu post tersendiri tuh. hahahahahaha…. tapi enak banget tiba-tiba dapat uang dari kakak. Jadi ngiri……… hiihihihi…

      1. persamaan sedekah dengan narkoba. sebenarnya masih banyak kejadian yang saya alami mas, sehingga membuat saya jadi tambah semangat, saya ingat salah petuah seorang kaya di kampung saya yang seorang pengusaha ayam, beliau bilang gini “kita ini kerja otomatis dapat penghasilan, jd nggak ada salahnya jika kita berbagi sebagian apa yang kita dapatkan pada orang lain, toh dengan kita bersedekah tak akan mengurangi penghasilan kita, belum ada sejarahnyakan orang jatuh miskin hanya karena bersedekah” perkataan itu semakin membuat saya sadar betapa berartinya berbagi, agar bisa sama2 merasakan apa yang kita dapatkan.

        1. haha… tapi saya pribadi ga sampe se ekstrim itu, meski saya tahu janji Tuhan bahwa sedekah tak akan mengurangi harta, tapi saya agak ‘pelit’ kalau sedekah. Hahaha… masih cinta dunia. Tapi seenggaknya klo saya lagi uang banyak, ya sedekahnya ikutan banyak. Hehehehe….

          Wah, si juragan ayam di kampungmu bijak banget tuh. O_o

          1. sedekah itu mungkin awalnya terasa berat mas karena belum bener2 merasakan nikmatnya bersedekah, orang sulit diajak bersedekah alasannya biar sedikit asal ikhlas, lah apanya yang mau di ikhlaskan mas, wong cuma sedikit, misal kita sedang pegang uang 10rb sama seribu kira yang keluar yang mana mas, yang 1000 atau yang 10rbu ? dulu saya awal2nya juga berat mas, tapi sekarang saya jadi kebiasaan, maaf bukan maksud saya pamer, sejkedar berbagi pengalaman saja, orang jawa bilang kan”witing tresno jalaran soko kulino” ibarat mengerjakan sesuatu tera berat karena belum tau caranya atau belum terbiasa, sedekah mesti nunggu banyak dulu, jangan nunggu banyak dulu mas kalau ingin bersaedekah, seadanya saja, atau setiap kali dapat berapaun coba kurangin 10%, yang sepuluh persen di sedekahkan, Insya Allah berkah. kalau tetangga saya di saat ayam dan telur sedang murah atau mengalami penurunan secara drastis, pengusaha lain mungkin bisa emosi. tapi tetang saya justruu sedekahnya malah gila2an mas.

  2. wah mantap sekali mas tips nya ..
    bisa di tiru nih, ..
    tapi klo niatnya sedekah buat dapat kembalian lebih ga ikhlas dong .. ?!?

    1. ya ikhlas, kan kita mintanya pada yang Maha Memberi Rizki, yang Maha Kaya, dan Tuhan kita sendiri. Satu-satunya pamrih yang diperbolehkan itu yang pada Tuhan. 😀

      Salam senyum 😀

Comments are closed.