Kerja Keras: Pelajaran dari Merry Riana & Tirto Utomo

Yah, tulisan kali ini akan bertemakan tentang kerja keras. Ini adalah tema yang sudah lama ingin saya tulis, tapi karena kesibukan kuliah, jadi tertunda sedikit... Padahal ini adalah kunci terpenting dari semua kesuksesan.

Sungguh, saya yakin tiap orang yang sukses luar biasa pasti pernah mengalami dan melakukan hal ini di suatu masa di kehidupannya, dan itulah yang mengantarkannya sampai sekarang ini.

Selama ini saya punya rasa penasaran di benak saya, apa sih yang menjadikan orang yang luar biasa sukses itu sukses? Apakah hanya karena mereka punya mimpi? Tapi bukannya ada banyak orang di dunia ini yang bermimpi dan tetap tidak sukses?

Apakah karena koneksi? Network atau jaringan? Hm... saya tahu teman-teman saya yang punya banyak teman, tapi tetap jalan di tempat. Lalu apakah modal yang menghalangi orang untuk sukses? Nggak juga... saya tahu orang yang punya modal, tapi tidak mau beralih dari comfort zone nya. Hidupnya sudah good dan karenanya ia tak ingin jadi great meski punya modal.

Apakah perbedaan tersebut terletak di pendidikan? Tidak juga... sebagai mahasiswa Unair saya tahu bahwa dosen-dosen yang mengajar saya mengerti sekali tentang manajemen, pintar dan berpendidikan. Tapi toh mereka tetap saja jadi dosen, tidak mengelola bisnis mereka sendiri dan jadi kaya raya atau semacamnya.

Ini bedanya... KERJA KERAS. Orang yang kaya, yang sukses luar biasa itu, mau melakukan hal yang tidak mau dilakukan orang lain. Mereka bekerja ketika orang lain beristirahat, dan mereka belajar ketika orang lain tidur.

Salah satu dosen saya pernah bercerita pada saya tentang Tirto Utomo, pendiri Aqua. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya merintis usaha di bidang air minum dalam kemasan jaman dulu. Kenapa orang harus beli air dalam botol kalau di warung saja bisa minta?

Pak Tirto dan tim, menawarkan produk mereka, yang berupa minuman tanpa rasa, ke para kontraktor, supir-supir di stasiun, dan kenalan orang asing mereka. Mereka memang agak 'gila', menawarkan produk seperti itu di masa-masa dimana Coca-Cola, Sprite, dan Seven Up lagi jaya-jayanya...

Selama 5 tahun, perusahaan yang memproduksi Aqua tak pernah break even. Penjualan selalu tersendat-sendat. Perusahaan bahkan hampir ditutup karena selama lima tahun berturut-turut nombok terus. Namun atas kerja kerasnya, kemampuan pak Tirto dan tim dalam mengatasi kegagalan dan bangkit lagi dan terus belajar, anda bisa lihat sekarang bagaimana Aqua menjadi produsen air minum dengan merek tunggal TERBESAR di dunia, dengan volume penjualan AQUA sebesar 2,35 miliar liter pada 2001.

Ya, pak Tirto dan karyawannya, sukses setelah kerja keras selama lima tahun. Pak Tirto memang wafat pada tahun 1994, sehingga beliau tidak bisa melihat bagaimana perusahaan sekarang. Tapi saya rasa kita semua bisa memetik pelajarannya bukan?

Saya juga kenalkan anda dengan Merry Riana, wanita Indonesia normal dengan wajah imut-imut. Tapi jangan salah... dia merupakan salah satu sales asuransi terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Pada umur 26 tahun, Merry mendapatkan 1 juta dolarnya dengan menjual produk keuangan di Singapura. Tanpa teknik-teknik khusus, tanpa jurus-jurus rahasia, hanya KERJA KERAS yang luar biasa!

Ugh, saya tidak tahan pingin cerita tentang yang satu ini, jadi mari saya ceritakan singkatnya saja...

Merry Riana picture
Merry Riana dengan Buku Barunya...

Merry Riana ini adalah mahasiswa di Singapura yang sekolah di sana bukan karena kaya, tapi karena keadaan Indonesia yang tidak menentu pada tahun 1998. Orang tua Merry berhutang pada pemerintah Singapura 300 juta rupiah untuk menyekolahkan anaknya di sana. Sementara Merry, harus berjuang dan bertahan hidup di Singapura dengan uang $10 per minggunya.

Merry bertahan hidup dengan membeli roti tawar besar di awal minggu, mengirisnya kecil-kecil dan memakan bagian demi bagian di toilet tiap sore, sarapan dengan mie instan tiap pagi sebelum teman-temannya bangun, dan meminum air keran di sela-sela waktu tersebut atau tiap kali ia kelaparan. Ugh... parah banget deh pokoknya...

Untuk memperoleh tambahan uang, Merry menyebar brosur di waktu liburannya dari pagi hingga sore. Uangnya tidak hanya untuk program 'perbaikan gizi', tapi juga ia tabung untuk bisnis-bisnisnya yang lebih sering gagal daripada berhasilnya.

Merry yang miskin pernah ditipu, pernah rugi ribuan dolar singapura di pasar saham, dan berkali-kali gagal dalam bisnis. Orang biasa akan bunuh diri, tapi bukan Merry Riana namanya kalau tidak bangkit...

Hasratnya untuk berbisnis luar biasa. Merry punya kesempatan untuk menjadi karyawan seperti teman-temannya, mengingat ia juga merupakan lulusan sarjana teknik Nanyang Technological University. Tapi Merry tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa menikmati hidup jika menjadi karyawan, karena ia punya hutang 300 juta yang harus dibayar. Merry yang masih miskin memilih untuk menjadi agen asuransi.

Singkat cerita, Merry si penjual asuransi yang masih miskin membuat goal untuk presentasi ke 20 orang tiap harinya. Dengan bahasa inggris yang pas-pasan ia menemui orang dan menawarkan produk asuransinya, setiap hari, selama kurang lebih 14 jam per hari, dalam setahun. Tidak jarang dia menangis karena lapar, kedinginan, atau karena penolakan yang menyakitkan hati...

Tapi itu semua justru membuatnya TANGGUH!! Merry Riana terus bekerja dan bekerja. Dengan ditemani Alva, calon suaminya waktu itu, Merry belajar dari kesalahannya, memperbaiki teknik presentasinya, mencari tempat yang pas untuk mendapatkan banyak orang, dan terus bekerja keras. Kerja keras sampai sukses... sampai bisa melunasi hutang orangtuanya, sampai bisa jadi salah satu orang terkaya di dunia.

Tiap orang punya mimpi, punya keinginan untuk membahagiakan orang-orang terdekatnya, punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik... tapi tidak semua orang mau membayar harga untuk itu...

Harga kesuksesan adalah KERJA KERAS. Dan sebenarnya post ini lebih merupakan pengingat bagi saya untuk terus kerja keras, karena saya terkadang loyo dan malas. Bagaimana dengan anda? Apa mulai sekarang anda juga ingin bekerja keras untuk mendapatkan impian anda? Bagikan di kotak komentar!

Tentang Syamsul Alam

Saya Syamsul Alam. Blogger, internet marketer, dan pelajar jadi satu. Seperti yang lain, saya ingin terkenal, jadi rockstar. Tapi saya tidak punya bakat jadi rockstar. Untuk itulah saya menulis, biar terkenal (bercanda). Temui saya di SyamsulAlam.net

Report PREMIUM: SEO & FB Ads Combo - Iklan Murah & Efektif dengan SEO & FB Ads!!

Kalau ada iklan termurah dan terefektif sedunia, maka salah satunya adalah FB Ads retargeting. Pelajari cara men-target ulang pengunjung web anda dan menggandakannya berkali lipat di Report Premium ini. Beli seharga Rp 147.000 atau masukkan email anda di bawah ini untuk dapatkan report ini GRATIS!!

Rp 147.000 |
ringkasan film merry riana
tema film merry riana
kelebihan merry riana
cerita film merry riana lengkap
kekayaan tirto utomo
tirto utomo biography
pemilik danone
kwee gwat kien
profil pemilik aqua
kisah sukses aqua

8 thoughts on “Kerja Keras: Pelajaran dari Merry Riana & Tirto Utomo

    1. Sama-sama Ega. Sori ga bisa langsung bales, agak sibuk sama kuliah 😀 Btw, pernah denger kisahnya dari bukunya juga atau dari seminarnya?

  1. Saya juga terinspirasi berat dengan mbak Merry Riana mas. Bukunya yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar sungguh seperti layaknya manual untuk orang-orang yang ingin sukses di bidangnya.

    Kerja keras, adalah syarat mutlak. Tanpa itu apapun yang kita rencanakan akan tak berbekas. Thanks for sharing 🙂

    Btw, artikel guest post-nya menunggu ya mas, masih saya edit agar pas, oks 🙂

    1. Yups… oke bro Darin… Fiuh… saya kira nggak jadi di publish bro Darin… 😀

      Btw, saya paham klo post yang itu banyak yang perlu di edit. Saya buru-buru nulisnya 😀 Klo butuh bantuan ngedit jangan sungkan untuk kontak saya mas edit. Nge-rewrite biar pas sama blog situ jga ga papa. 😀 hehe…

  2. Waktu searching2 buku di beberapa toko buku besar, saya sering melihat buku yg terpajang di etalase khusus bercoverkan sosok Merry Riana. Namun baru sekarang saya tahu cerita singkat dari biografinya. What an amazing life experience it is! Sama seperti sosok Adam Khoo yang memulai semuanya dengan KERJA KERAS. Terima kasih karena sudah diingatkan untuk kembali mempunyai semangat kerja keras untuk meraih goal yg ingin dicapai. Btw, apakah ada saran atau kiat2 untuk menghindari serta menghadapi dari yg namanya “virus” laziness? Terima kasih.

    1. Kalau jawaban mbak Merry Riana untuk jawaban ini adalah memiliki mimpi. Dia punya keinginan untuk membayar hutang orang tuanya, membalas kebaikan mereka, dan membuat mereka bahagia.

      Tiap kali Merry menangis karena kegagalan berulang yang ia terus dapatkan, merasa malas atau bahkan tidak mau untuk keluar dan presentasi, ia akan mengingat impiannya. Membayar hutang dan membuat orang tuanya bahagia. Itu yang membuatnya bergerak dan kembali bekerja.

      Thanks karena sudah mampir Selvie. Pertama kali mampir kah?

Comments are closed.