Entrepreneurship ala Saya #02: Courage (Keberanian Mendobrak Comfort Zone)

Salah satu hal paling menakutkan di dunia itu mungkin adalah memulai bisnis.

Saya tidak tahu dengan anda, tapi proses kebanyakan orang termasuk saya dalam memulai bisnis, biasanya dimulai dengan melakukan hal yang luar biasa baru, yang dulu tak pernah kepikiran untuk dilakukan.

Dan saya tak tahu dengan anda, tapi proses ini sendiri bagi saya merupakan hal paling menakutkan yang pernah saya lakukan dalam hidup saya.

Pernahkah saya cerita ke anda tentang pengalaman pertama bisnis saya dulu yang saya mulai dengan jualan jeli?

Percaya atau tidak, jualan jeli yang saya titipkan ke SMP & SD di sekitar rumah saya dulu adalah hal paling menakutkan yang pernah saya lakukan.

Masuk sekolah-sekolah ketika anda bukan bagian dari staff atau murid, cari kantin, cari penjualnya kemudian menawarkan untuk nitip jeli untuk bantu dijualkan, dan lain sebagainya yang terkait dengan bisnis ini, percaya atau tidak, relatif sempat bikin saya takut.

Saya sampai lupa berapa kali saya kepikiran untuk berhenti, kepikiran "Nanti kalau ndak laku gimana? Kalau ditolak saya yang jaga kantin gimana? Kalau ditanya macem-macem sama satpam-nya sekolahan gimana?", dan puluhan pertanyaan-pertanyaan senada...

Anda pernah lihat daftar hal yang paling ditakuti manusia? Anda tahu apa yang jadi peringkat satu hal paling ditakuti manusia? Jawabnya ternyata bukan kematian, atau perang, atau penyakit.

Anda tahu apa jawabannya? Bicara di depan umum. Yups, bicara di depan umum ternyata lebih menakutkan daripada mati, atau kena ebola, atau perang dunia ketiga.

Anda tahu kenapa bisa seperti itu? Mungkin banyak alasannya... tapi menurut saya satu hal. Comfort zone.

Comfort zone adalah zona atau kondisi dimana kita merasa nyaman, meskipun mungkin kondisi atau zona tersebut sebenarnya tidak nyaman.

Comfort zone adalah zona dimana kita saat ini berada. Hal-hal yang terbiasa kita lakukan, tempat yang saat ini kita tinggali dan kita terbiasa dengannya, lingkungan dan teman yang biasa bergaul dengan kita, penghasilan kita saat ini yang nominalnya tidak tambah-tambah dalam 3 bulan terakhir, dan kebiasaan kita, itu semua adalah bagian dari comfort zone kita.

Semua yang ada di luar kebiasaan kita adalah area di luar comfort zone. Area luar ini asing, mengerikan, menakutkan.

Seperti yang saya contohkan ketika saya bisnis jeli di atas, semua hal yang kerjakan yang berhubungan dengan memulai bisnis jeli baru saya terasa menakutkan bagi saya.

Berbicara dengan orang baru yang belum pernah saya kenal sebelumnya, nawari dan minta tolong orang agar mau saya titipi jeli, masuk ke sekolah-sekolah untuk tujuan tak lain dan tak bukan selain menawarkan jeli, semua ini di luar dari hal yang saya biasa lakukan.

Dan seperti pembahasan kita tadi, hal yang biasanya tak pernah kita lakukan, kita cenderung tidak banyak tahu tentangnya. Dan hal yang kita tidak banyak tahu, terdengar sekonyol apapun, rasanya asing, mengerikan, menakutkan.

Pernahkah anda ada di dalam kelas, di akhir kelas, setelah pelajaran usai. Dosen anda sudah habiskan waktu satu jam untuk jelaskan tentang sesuatu tapi anda masih belum ngerti tentang sesuatu. Anda ingin tanya, dan dosen anda sudah menawari kelas untuk bertanya, tapi entah kenapa, karena suatu alasan tertentu, anda TAKUT untuk bertanya...

Padahal tanya tidak perlu bayar, dosen anda sendiri bahkan sudah tawarkan ke anda, tapi anda tetap takut dan ragu untuk angkat jari anda dan bertanya, hingga akhirnya anda TUNDA pertanyaan anda sambil beralasan ke diri sendiri, "Besok aja, besok masih ketemu dosen ini lagi, tanya besok juga bisa..." atau alasan, "Aku pingin tanya tentang ini, tapi ngomongnya gimana yah yang pas...", dan lain sebagainya hingga akhirnya anda tidak jadi tanya -- meski anda sebenarnya ingin sekali untuk tanya.

Kecuali anda TERBIASA bertanya di kelas, hal sederhana dan remeh seperti bertanya di akhir kelas bisa jadi AMAT MENAKUTKAN bagi anda, karena bertanya di akhir kelas belum menjadi bagian dari comfort zone anda.

Entah itu bertanya di depan kelas, atau mengangkat telpon untuk nawarkan perusahaan tentang jasa anda, atau mendirikan bisnis anda sendiri, semua bisa terasa AMAT MENAKUTKAN karena semata-mata hal ini bukanlah baigan dari comfort zone anda.

Dan celakanya seringkali comfort zone anda ini sebenarnya TIDAK COMFORT, tidak nyaman, anda sebenarnya tersiksa di comfort zone anda.

Entah penghasilan anda stuck di nominal tertentu selama berbulan-bulan dan tak ada perkembangan, atau bisnis anda stagnan selama berbulan-bulan, atau anda tak bisa berhenti menghentikan kebiasan merokok anda.

Anda ditagih utang, tiap bulan banyak pikiran tentang bayar tagihan, anak anda idiot karena asap rokok, sambil batuk berdarah karena kanker paru-paru berkat rokok anda...

Tapi jika itu semua sudah jadi bagian dari comfort zone anda, anda akan takut, merasa ingin menunda, dan malas untuk melakukan hal baru, bahkan meskipun jika hal baru yang akan anda lakukan itu nanti berkemungkinan untuk menjadikan hidup anda jauh lebih baik dari yang sekarang ini.

Ketika hal ini terjadi, maka anda perlu KEBERANIAN untuk mendobrak comfort zone anda. Anda harus dobrak rasa malas, keinginan menunda, dan ketidakinginan yang disebabkan oleh RASA TAKUT yang bertengger di hati anda.

Anda harus temukan keberanian dalam diri anda untuk akhirnya BERANI melakukan segala hal baru tersebut, tak peduli seberapa asing dan menakutkan hal baru tersebut bagi diri anda.

Anda harus menyadari bahwa segala hal yang sebenarnya selama ini anda takutkan ini sebagian besar hanyalah KHAYALAN anda, dan bahwa sebenarnya semua ini tidak akan semenakutkan yang sebenarnya anda kira.

Bisa karena biasa. Cinta juga karena terbiasa. Begitu anda mulai menginjakkan langkah pertama anda untuk mencapai mimpi anda, sengeri apapun langkah pertama tersebut, sadarilah bahwa tiap langkah anda akan semakin mendekatkan anda pada rasa terbiasa terhadap hal baru tersebut, yang perlahan-lahan, tanpa anda sadari, menjadikan diri anda yang awalnya takut itu, sekarang menjadi luar biasa percaya diri ketika melakukannya.

Seperti diri saya dulu sempat takut jualan jeli, hingga akhirnya setelah memberanikan diri jualan akhirnya sadar bahwa setidak laku-lakunya jeli saya, saya bisa makan sendiri nanti. Dan bahwa meski ditolak atau ditanya satpam macam-macam, saya bisa kabur dan cari sekolahan lain untuk saya tawari.

Hingga akhirnya saya cukup percaya diri untuk menjalankan seminar hampir tiap minggu di ruko saya sekarang ini, ngomong di hadapan puluhan orang asing tiap minggunya, tanpa merasa canggung, atau takut, atau bahkan nervous sedikit pun.

Semoga post tentang COURAGE atau KEBERANIAN ini membakar semangat keberanian dalam diri anda, sehingga anda sekarang berani untuk mulai melakukan hal yang anda tahu harus anda lakukan sejak dulu, tapi anda tunda-tunda untuk anda lakukan karena anda merasa takut olehnya.

Dan satu lagi tips dari saya, penundaan berasal dari KETAKUTAN, ketakutan berasal dari KETIDAKTAHUAN. Jika anda merasa anda menunda-nunda tentang sesuatu yang anda tahu bahwa hal itu sebenarnya penting, maka pastikan anda cari tahu dulu sedetil mungkin.

Pastikan hal tersebut jelas sejelas mungkin, dan dengan semakin jelas langkah yang harus anda lakukan, anda akan sadar bahwa ketakutan anda juga akan semakin pudar...

Jadi, apa yang selama ini anda takutkan? Apa yang selama ini anda tunda? Apa yang akan anda lakukan untuk membuat diri anda berani? Bagikan di kotak komentar! Dan salam senyum!

Tentang Syamsul Alam

Saya Syamsul Alam. Blogger, internet marketer, dan pelajar jadi satu. Seperti yang lain, saya ingin terkenal, jadi rockstar. Tapi saya tidak punya bakat jadi rockstar. Untuk itulah saya menulis, biar terkenal (bercanda). Temui saya di SyamsulAlam.net

Report PREMIUM: Simple SEO Domination - 1.000 Pengunjung / Hari dalam 3 Bulan!!

Uang itu letaknya di TRAFIK. Tak akan ada bisnis yang bisa dibuat di situs yang sepi. Dapatkan panduan pasti dapatkan 1.000 pengunjung / hari pertama anda dengan SEO di Report Premium ini. Beli seharga Rp 97.000 atau masukkan email anda di bawah ini untuk dapatkan report ini GRATIS!!

Rp 97.000 |
Tak ada tags untuk post ini.
entrepreneurship indonesia
materi entrepreneurship
entrepreneur muda
menjadi entrepreneur
entrepreneur sukses
entrepreneurship business plan
entrepreneur adalah bakat atau kemampuan
keluar dari zona nyaman
mendobrak comfortzone

One thought on “Entrepreneurship ala Saya #02: Courage (Keberanian Mendobrak Comfort Zone)

  1. Sebenarnya bisa juga menunda karna malas. 😀
    Atau mungkin malas itu juga karna tidak tahu dengan jelas apa yang mau dilakukan itu ternyata penting yaa mas? Soalnya kalau saya tahu dengan jelas, biasanya bisa buat saya jadi berani.

    Seperti misal disuruh ngomong depan banyak orang, karna gak tahu apa yang mau dibilang saya jadi gak pede. Tapi kalau tahu apa yang mesti diomongin, meski lama-lama pun saya berani.

Comments are closed.